saturday night...
aduh,,hari ini adalah hari yang sangat melelahkan sekali...knapa melelahkan?karena gw melakukan pembohongan yang terbesar sepanjang hidup gue. Gue bo'ong ama cw gue lagi tapi itu emang gue sengaja. Bisa dibilang bales dendam juga sih, soalnya waktu itu dia pernah bo'ongin gue juga sama kaya gini kejadiannya. gue ngaku ama dia kalo hari ini gue brangkat ke magelang karena ada kawinan dan gue diwajibkan ikut. kawinannya mang benar ada, tapi gue itu gak diwajibin untuk ikut. itu sih cuma akal-akalan gue doank..soalnya waktu itu dia pernah bo'ongin gue kalo dia mau pergi ke bandung. Bagi gue itu sebuah kabar buruk banget, karena gue belum lama pacaran ama dia (yah...sekitar setengah taon gitu deh.)tiba2 harus gak ngeliat dia untuk waktu yang lama banget..(skitar 2 hari gitu deh..itu lama gak sih???)kita ampe nangis2 gitu deh, gak rela kehilangan satu dengan yang lain. Damn,,ternyata itu cuma bo'ongan doang. maka dari itu gue coba melakukan taktik yang sama untuk ngerjain dia..berhasil gak yah????kan gue bilang ama dia kalo gue balik hari senin besok.DOAKAN SAYA...SEMOGA SAYA BERHASIL..CAYOOO!!!!
tadi gue lagi ngecek friendlist gue, ternyata ada salah satu buletin board, kaya nya sih bagus, tapi gue belum baca.nah, makanya gue paste disini biar skalian gue bisa baca,,biar gak cape bolaq balik..SELAMAT MEMBACA....
"Just thank God
Tiga orang Cina yang pernah menjadi teman
sekelas di sekolah dulu sedang bersantai di
bawah naungan sebatang pohon yang rindang,
sambil mengisap pipa-pipa cerutu dan berfilsafat.
Yang seorang adalah pejabat pemerintah, yang
lainnya mahaguru pada sebuah universitas, dan
yang lainnya lagi petani sederhana.
Mereka sedang berangan-angan tentang apa
yang ingin mereka miliki di hari esok. Pejabat
pemerintah itu mengatakan bahwa ia paling suka
memiliki dua hal : sebuah cangkir porselin
istimewa yang penuh dengan teh enak, dan
seekor kuda yang tinggi untuk mengantarnya
mengelilingi seluruh pelosok wilayah negeri itu.
Sang mahaguru berkata bahwa yang paling ia
inginkan adalah secangkir cokelat manis yang
hangat dan dua mata yang baik sehingga ia
dapat menggunakan waktunya setiap hari untuk
membaca buku-buku yang baik.
Petani itu mengatakan bahwa ia tidak
menghendaki sesuatu yang istimewa untuk hari
esok, melainkan hanya hal-hal biasa yang terjadi
setiap hari, seperti matahari terbit, sumur penuh
dengan air yang bersih, burung-burung bersarang
dan berkicau didahan pohon buah-buahannya.
Malam itu suatu gempa tektonik maha dahsyat
berkekuatan 8 skala Richter mengguncang
daratan Cina. Gempa itu menghancurkan mimpi
sang politisi tentang cangkir porselennya dan
dinding yang roboh membunuh kuda putih
impiannya. Hal serupa juga menimpa sang
profesor. Ia menderita cacat karena tertimpa
reruntuhan dan semua cangkir porselin dalam
lemarinya hancur. Lebih buruk lagi,
perpustakaannya yang penuh dengan buku-buku
musnah terbakar. Tapi harapan-harapan petani
itu tidak dipengaruhi oleh bencana ini. Matahari
terbit seperti biasanya, sumurnya penuh dengan
air bersih, dan burung-burung bersarang dan
berkicau di dahan-dahan pohon buah-buahannya.
Kisah ini mengungkapkan kebenaran peribahasa
Cina kuno, “Berbahagialah orang yang tidak
mengkhayalkan hal-hal besar untuk hari esok tapi
menerima setiap hari sebagai pemberian yang
berasal dari tangan Tuhan. Semua pemberian
Tuhan baik adanya.

